Senin, 29 Januari 2018

Diantara 4 wanita, review kecil Pedang Langit dan Golok Naga


Apa yang ada dipikiran anda saat membaca Yi Tian Tu Long Ji? Mungkin diantaranya adalah sebuah kata dalam bahasa Mandarin, tapi kalau To Liong To atau mungkin terjemahan bebasnya Pedang Pembunuh Naga? Bagi generasi 90-an mungkin akan teringat serial silat yang pernah ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang serial televisi yang diangkat dari novel ketiga Jin Young dalam trilogi Pendekar Pemanah Rajawali.

Novel ini sudah berkali-kali diadaptasi menjadi beberapa film layar lebar, salah satunya adalah The Kungfu Cult Master yang dibintangi Jet Lee serta berbagai versi serial televisi (versi 1978, 1984, 1986, 1994, 2000, 2003, dan 2009). Salah satu televisi swasta sempat menayangkan versi 1986 dimana pemain utamanya adalah Tonny Leung dan Kitty Lai pada tahun 1990-an (lupa tepatnya tahun berapa).
Versi 1986, Tonny Leung sebagai Zhang Wuji dan Kitty Lai sebagai Zhou Min

Tapi kali ini saya akan membahas yang versi terbaru 2009, walaupun banyak yang lebih suka versi 2003 dimana pemainnya adalah Alec Su (si putra mahkota dalam Putri Huan Zu) dan Allysa Chia.

Versi 2009, Deng Chao dan Ady An


Inti ceritanya dari berbagai versi sebenarnya sama. Berkisah tentang kehidupan Zhang Wuji (Thio Bu Kie kalau di Pedang Pembunuh Naga), yang memiliki orang tua dari dua kubu yang berseberangan. Ayahnya, Zhang Cuisan (Thio Cui San) adalah salah satu pendekar ternama dari Wudang, sementara ibunya adalah Yin Susu (In Soso) adalah putri dari pemimpin sekte yang dianggap sesat oleh kalangan dunia persilatan. Mereka hidup di pulau terpencil bersama Xie Xun (Cia Sun), sang pemilik Golok Naga, selama 10 tahun. Ketika kembali ke China Daratan, seluruh sekte di dunia persilatan, menginginkan informasi tentang letak Golok Naga sehingga memaksa kedua orang tua Zhang Wuji untuk bunuh diri, dan ia terluka oleh tetua Xuanming. Cerita pun berlanjut mengenai masa kanak-kanak Wuji yang akhirnya bisa sembuh dari luka dalamnya dan malah menguasai ilmu energi dalam Buku 9 Yin (atau 9 Matahari). Dan akhirnya mempersatukan sekte Ming dalam upaya menggulingkan pemerintahan Mongol.

Dari ki - ka : Xiaozhao, Zhou Min, Zhang Wuji, Zhou Zhirou, Yin Li
Bagian paling menarik tentunya tentang kisah cinta Wuji dengan 4 orang gadis cantik. Wuji memang selalu baik pada semua orang, dan itu akhirnya membuat keempat gadis ini jatuh cinta. Keempat wanita itu adalah :
  1. Yin Li, diperankan oleh  Zhang Meng, adalah sepupu dari pihak ibunya. Wajahnya penuh luka karena mencoba menguasai ilmu Laba-Laba Beracun. Wuji berjanji akan menikahinya walaupun wajahnya penuh luka (yang akhirnya disembuhkan Wuji).
  2. Xiaozhao (Siao Ciao), diperankan oleh He Zhouyan.  Gadis cantik asal Persia yang menjadi pelayan Wuji saat ia masuk ke sekte Ming. Akhirnya ia memilih menjadi pemimpin sekte Ming Persia demi bisa melepaskan Wuji dan Xiexun kembali ke China.
  3. Zhou Zhirou (Ciu Ci Jiak), diperankan oleh Liu Jing, teman masa kecil Wuji yang dititipkan di sekte Emei (Gobi). Ia didesak gurunya untuk memanfaatkan Wuji demi mendapatkan Golok Naga. Namun akhirnya ia membenci Wuji setelah Wuji meninggalkannya saat upacara pernikahan demi mengejar Zhao Min.
  4. Zhao Min (Thio Beng) diperankan oleh Ady An, putri Mongol yang tadinya musuh Wuji, namun seiring pertemuan mereka dalam mencari Golok Naga dan Pedang Langit, akhirnya jatuh cinta dan meninggalkan Mongolia demi bersama Wuji.
 Untuk adaptasi versi 2009, Deng Chao yang berperan sebagai Zhang Wuji memang tidak setampan Alec Su atau Tonny Leung, tapi aktingnya cukup bagus dalam menggambarkan Wuji yang agak telat mikir kalau soal romansa, dan malah PHP ke semua gadis. Selain Deng Chao, Ady An yang memerankan Zhou Min juga sesuai dengan penggambaran dalam novelnya. Ia bisa memerankan sosok putri Mongol yang kejam dan tegas tapi bisa menjadi manja dan pemalu saat bersama Zhang Wuji.  Chemistry antara keduanya pun terbangun dengan baik.

Mungkin yang agak kurang adalah penggambaran Zhou Zhirou yang tadinya penuh cinta dan berubah menjadi penuh benci. Liu Jing sebagai pemeran Zhou Zhirou kurang mengesankan perubahan itu.


Menurut saya, secara keseluruhan, adaptasi ini yang memang lebih mengikuti pakem novelnya, termasuk endingnya yang menurut penggemar ngga banget. Serial ini merupakan adaptasi pertama yang mengikuti alur cerita revisi novel yang dilakukan Jin Yong. Walau tentu tidak semua cerita dalam novel dituangkan ke 40 episode serial ini.

Sayangnya, adegan perlawanan sekte Ming ke Bangsa Mongol hanya digambarkan sepintas lalu, padahal dalam novelnya sudah diceritakan secara mendetail.

Untuk adegan pertarungannya juga cukup baik, hampir sama dengan versi 1986 yang melegenda, tentunya dengan tambahan CGI dan adegan pemandangan alam daerah China yang menawan. Walaupun ada beberapa adegan yang tampilan CGI-nya terlihat maksa tapi masih bisa dimaklumi.

Bagi saya, serial ini cukup baik. Bahkan karena serial ini pula, akhirnya saya membaca novel terjemahan dari Jin Yong agar bisa membandingkan dengan serialnya. Dan memang beberapa kalimat bahkan sama dengan novel aslinya. Walaupun tetap saja, ada yang tidak suka dengan Ending dari novel yang terkesan tidak jelas.
 Zhang Wuji berkata penuh sesal, “Zhiruo, terhadapmu, aku selalu menaruh rasa hormat. Terhadap adik Yin, tidak akan ada yang cukup menyatakan rasa terima kasihku. Terhadap Xiao Zhao, aku akan selalu mengasihinya. Tapi terhadap Zhao Min, sebenarnya … sebenarnya aku merasa bahwa dia adalah cinta yang terukir dalam jiwa ragaku.”
Haduh Wuji Gege, romantis banget sih...
Tatapannya.... penuh cinta


 Hmmm... Setelah ini serial mana lagi ya?



Share:

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Emak Blogger

Translate

Pengikut