Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Flashback : Menjelang kelahiran Putriku, Deg-degan pas SC

Lanjutan dari posting sebelumnya

Tanggal 28 Februari 2014,
Saya dan suami tiba di RS Budi Lestari, setelah memeriksa surat rujukan, saya dibawa ke Ruang Bersalin. Selain pemeriksaan CTG, dan denyut jantung bayi, saya juga ditensi. Setelah semua normal, saya diminta berganti baju operasi.

Jadwal operasi akan dilaksanakan jam 1 setelah sholat Jum'at.

Entah kenapa malah suami yang tegang dan cemas, sampai lupa menandatangani Surat Izin Operasi hingga harus dikejar sama adik, sementara saya yang tadinya nangis bombay malah lebih tenang dan bisa tertawa.

Share:

Selasa, 24 Februari 2015

Flashback : Menjelang kelahiran Putriku (part 2)

Setelah sebelumnya saya posting tentang hasil pemeriksaan 1 bidan dan 2 dokter yang berhasil membuat saya galau di post ini, maka sekarang saya posting lanjutannya.

Tanggal 25 Februari 2014,
Setelah diskusi panjang lebar, dengan melibatkan telewicara sahabat Ibu yang juga seorang bidan, akhirnya diputuskan kalau saya akan segera check in ke RSIA. Pagi itu, saya diantar Ibu untuk mengurus semua persyaratan rawat inap dan deposit awal yang menurut saya masih cukup besar. Sementara suami dan adik mengurus keuangan (mencari pinjaman untuk berjaga-jaga kalau biayanya membengkak)

Saya kembali menjalani CTG dengan hasil yang sama, belum ada kontraksi rutin, dan belum ada pembukaan. Dokter akhirnya meminta agar saya diinduksi saja, karena saya tetep keukeuh mau normal.

Share:

Flashback : Menjelang kelahiran Putriku (part 1)

Tepat hari ini, 24 Februari, setahun yang lalu adalah saat-saat dimana dengan cemas saya menunggu kelahiran putri kami.
Sebenarnya sih lahirnya tanggal 28 tapi saya ingin flashback ke masa-masa dimana kami sekeluarga menunggu dengan gelisah.

Jadi begini ceritanya ....


Share:

Minggu, 23 Februari 2014

Surat untuk anakku #2

Ade,
Hari ini pasti kamu merasa seperti di roller coaster ya? Emosi bunda sedang labil hari ini. Semoga saja kamu juga tidak ikutan labil. Senang, kesal, marah sampai sedih ada semua. Tapi selama 38 minggu ini, pasti kamu sudah sering merasakan semua itu kan?
Maaf ya, de. Begitulah kalau punya ibu yang sangat emosional. Cenderung cengeng sebenarnya.
Intinya hari ini bunda sangat galau, sayang. Bukan karena satu hal, tapi berbagai hal. Mulai dari bidan yang kayanya salah hitung, ayahmu yang ngambek karena tadi pagi berani negur si bude, sampai keisengan ayahmu tadi malam, yang malah bikin jadi makin salah paham.
Ade,
Memang sekarang masih 38 minggu, tapi hampir semua orang sudah senewen menunggu kamu lahir. Padahal kan mungkin saja ade punya waktu sendiri, setelah diskusi sama Allah kan?
Karena itu juga bunda ikutan senewen. Maafin ya, de, kalau beberapa hari ini kamu sering merasa emosi marah dan kesal, bukan berarti bunda tidak sayang sama kamu, atau mau memaksa kamu untuk lahir. Tapi anggap saja, itu luapan rasa senewen bunda.
Ade sayang,
Terima kasih sudah menemani saat galau dengan tendangan dan pukulan pelanmu. Walau sakit, tapi itu seolah menyemangati bunda, bahwa kamu ada dan selalu berbagi denganku. Aku mungkin tidak bisa menciummu seperti ayahmu yang selalu menciumi ade saat dia pulang, tapi aku yakin, kamu bisa merasakan kalau aku sayang padamu lebih dari segalanya.
Dari bunda yang masih galau.

Posted via Blogaway
Share:

Sabtu, 22 Februari 2014

Surat untuk Anakku #1


Ade,
Tidak terasa susah 9 bulan dirimu hadir dikandunganku. 9 bulan yang penuh dengan suka duka. Bahkan mungkin saat awal kehadiranmu, aku sendiri tidak sadar.
Ade,
Maaf kalau aku dan ayahmu sering memanggilmu seperti itu, mungkin kamu lebih sering mendengar suara ayahmu mengajak bermain dan bercanda daripada bunda.
Bukan.. bukan karena aku tidak sayang padamu. Mungkin karena bunda tipe yang sulit mengungkapkan kata-kata.
Dari bunda yang lagi bingung.

Posted via Blogaway
Share:

Sabtu, 28 Desember 2013

Kisah awal kehamilan (part 1)

Kehamilan memang impian semua wanita yang sudah menikah. Walau ada juga yang ingin menunda setelah pernikahan.
Tapi kehadiran dua garis di testpack pasti akan membawa kabar gembira bagi seorang istri yang sudah lama menantikan hadirnya anak.
Sama seperti saya, setelah setahun pernikahan akhirnya saya diberkahi dengan kehamilan pertama. Dan saya baru melakukan testpack setelah akhirnya saya mual tanpa sebab. Itu pun awalnya saya pikir saya terkena maag.
Berbeda dengan wanita normal, yang bisa melakukan test pack setelah siklus haidnya terlambat, saya mempunyai siklus yang sangat tidak teratur, dokter bilang karena saya obesitas dan resistant insulin. Sehingga akhirnya saya harus meminum obat agar hormon saya stabil. Post tentang promil akan saya tulis di post yang lain.
Akhirnya pada minggu terakhir ramadhan 2013, setelah saya tidak tahan dengan bau makanan, saya memutuskan untuk melakukan test pack. Dalam hati ada pikiran bahwa ini sia-sia karena pasti negatif.
Setelah menunggu beberapa menit, saya hanya bisa bengong melihat hasil 2 garis jelas.
Saat sahur, akhirnya ibu menganjurkan untuk pergi ke dokter kandungan tempat saya promil, agar lebih yakin.

Dan akhirnya setelah di USG ternyata sudah ada janin berusia 2 bulan dalam rahim saya. Senang? Pasti...
Rasanya bagai dapat mukjizat yang sudah dinanti-nanti.


Posted via Blogaway
Share:

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Emak Blogger

Translate

Pengikut