Author     : Veronica Roth ISBN      : 0062024035 (ISBN13: 9780062024039) Pages      : Paperback 487 pages Penerbit   : Gramedia...

Review Novel Divergent


 

Author     : Veronica Roth
ISBN      : 0062024035 (ISBN13: 9780062024039)
Pages      : Paperback 487 pages
Penerbit   : Gramedia (untuk bahasa Indonesia)

Sebenarnya posting ini adalah posting versi Indonesia  dari posting asli di Blog saya yang satu lagi yaitu review Divergent in English
Jadi awalnya saya tertarik baca Divergent ini karena saya punya akun di Goodreads.
Loh apa hubungannya? Soalnya di Goodreads ada namanya Goodreads Choice Award, dan Allegiant (buku 3 dari seri ini) mendapat peringkat pertama.
Dan tentunya karena penasaran, dicobalah membaca buku ini, tapi berhubung saya lebih suka membaca novel dalam bahasa asing, tentu saya mencari e-book dalam bahasa Inggrisnya (tetap pamer dah :p)


Divergent adalah buku pertama dari 3 seri yang sudah diterbitkan, bercerita tentang seorang remaja putri bernama Beatrice Prior yang hidup di sebuah daerah dimana terdapat 5 Faction atau kelompok. Masing-masing kelompok ini berfokus pada penghilangan sisi negatif dari sifat manusia.
Nah Beatrice dibesarkan dalam keluarga di kelompok Abnegation yang berfokus menghilangkan rasa egoisme dan setiap remaja dari semua kelompok yang telah mencapai usia 14 tahun harus melakukan test kepribadian untuk menentukan kelompok mereka.  Dari hasil tersebut mereka berhak untuk memilih apakah akan terus berada di keluarga mereka atau malah pindah ke kelompok lain. Dalam test itu diketahui bahwa Beatrice adalah salah satu dari mereka yang disebut Divergent, yaitu orang-orang yang bisa dikategorikan dalam 2 atau lebih kelompok karena mereka mampu mengubah dan sadar saat berada dalam simulasi.
Masalahnya, Divergent dianggap sebagai ancaman dari "keseimbangan" dunia tempat Beatrice tinggal, jadi bagaimana Beatrice menghadapi statusnya sebagai Divergent, dan bagaimana pula perkenalan dan hubungannya dengan Four, cowok ganteng yang mampu membuat Beatrice deg-degan

Ceritanya sih bagus, tipikal YA dah, satu genre sama Hunger Games, cuma Divergent lebih banyak romantisme dan menggambarkan emosionalnya remaja. Alurnya cukup bagus, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat. Cukup menggambarkan dunia tempat Divergent berada, dan gambaran tentang kelima kelompok yang ada.
Konflik mulai meningkat di pertengahan hingga akhir, dan tentu saja karena ini sebuah trilogi, konflik yang ada hanyalah konflik awal untuk buku-buku selanjutnya.

Hubungan antar character juga mengalir lancar, bukan karena si cowo ganteng terus cewenya naksir dan lanjut, tapi ada juga mereka bertengkar, salah paham dan baikan lagi.
Tipikal remaja banget deh.

Divergent ternyata mau dibuat filmnya, loh. Dan akan dirilis pada bulan Maret 2014, kalau dari trailernya sih tidak akan semengecewakan City of Bones, tapi castnya kok kayanya ketuaan ya.


0 komentar: