Teruntuk Nabila tersayang, Tidak terasa sudah hampir 2,5 bulan sejak pertama kali dirimu hadir didunia. Tapi rasanya seperti baru kemarin...

Surat untuk anakku #3

Teruntuk Nabila tersayang,

Tidak terasa sudah hampir 2,5 bulan sejak pertama kali dirimu hadir didunia.
Tapi rasanya seperti baru kemarin, bunda menggendongmu pertama kali di ruang bayi RS, setelah berjalan penuh rasa sakit habis operasi dari ruang perawatan ke Ruang Bayi.
Sebenarnya sih jaraknya ga sampai 200 M, tapi untuk seorang wanita yang baru dibelah perutnya (bahasanya ), bundamu ini termasuk yang ambang batas sakitnya masih tinggi.
Atau bisa juga karena respon syaraf sakit ke otak yang lama



Sebenarnya hanya satu alasan bunda memaksakan diri menyusui ke ruang bayi, itu karena bunda ingin bertemu denganmu, nak.
Bertemu dengan nyawa yang dititipkan Tuhan dan berhasil dilahirkan dengan selamat.

Saat pertama mendengar tangisanmu yang cetar membahana saat di ruang operasi, rasanya semua sakit dan cemas saat dioperasi, hilang sudah.

(Sebenarnya sih memang ga merasakan sakit, kan SC dibius lokal dari tulang punggung)

Walau bunda cuma bisa melihat pantatmu saja (salahkan assisten dokternya yang malah menunjukkan pantatmu bukannya muka ke bunda ), tapi semua terobati saat bunda masih mengigil hebat karena pengaruh anestesi, nenekmu memberikan foto kamu saat diazankan oleh ayahmu.

Cantik sekali nak.

Bunda sampai akhirnya post ke FB dan broadcast ke WA, (walau gemeteran tapi tetep update status )

Rasanya tidak percaya, senang sekaligus sakit, soalnya pengaruh biusnya sudah berkurang dan mulailah terasa perihnya, tapi seperti yang bunda bilang, ambang batas sakit bunda kan tinggi, atau mungkin itu pengaruh adrenalin? Entahlah...

Sampai detik ini pun, bunda rasanya masih tidak percaya.

Kamu sudah tumbuh dengan cepat, bikin semua orang termasuk ayahmu ga kuat kalau menggendong lama.

Semua tentangmu berubah tiap hari, dan bunda serta ayah belajar hal yang baru dari kamu setiap hari.

Miss you so much

0 komentar: